WP-MagOne-728x90

Calon Kepala Daerah; Kapasitas dan Kapabilitas Utama, Cantik Jadi Nilai Tambah

SHARE:

Calon Kepala Daerah; Kapasitas dan Kapabilitas Utama, Cantik Jadi Nilai Tambah
Kepala Daerah yang berparas cantik dan menarik, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Bupati Minahasa Selatan Cristiany Eugenia Paruntu, Bupati Kendal Mirna Annisa, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, dan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip.
Tangkal Kampanye Hitam Lewat Penajaman Visi-Misi
Penerapan Sistem e-Voting Masih Terkendala Regulasi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemilihan kepala daerah (pilkada) dengan sistem langsung mengharuskan partai menerapkan banyak pertimbangan dalam menentukan calon yang diusung, di antaranya populer, berprestasi, dan berpenampilan menarik.

Selain dari sisi kapasitas dan kapabilitas, partai juga menjadikan faktor akseptabilitas yakni tingkat kesukaan publik sebagai salah satu pertimbangan penting karena akan berkaitan dengan elektabilitas atau keterpilihan sang calon. Karena itu, tak heran ketika ada calon populer, termasuk artis maupun figur yang punya penampilan menarik, menjadi nilai lebih untuk diusung dalam pilkada.

Fenomena itu bisa dilihat dari semakin banyaknya kepala daerah yang berparas cantik dan menarik, seperti Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Bupati Minahasa Selatan Cristiany Eugenia Paruntu, Bupati Kendal Mirna Annisa, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, dan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip.

Dengan masih banyaknya sosok yang menarik dan memiliki kinerja baik, apa yang saat ini dialami Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari yang terjerat kasus dugaan penerimaan gratifikasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak serta-merta mencoreng mereka.

Artinya, mereka menjadi kepala daerah berangkatnya bukan sekadar penampilan yang menarik, melainkan memiliki kemampuan dan kapabilitas. Wakil Sekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga menilai sistem perekrutan dalam penentuan calon dalam pilkada memang bukan hanya soal penampilan.

Baca juga:

“Tetapi melihat secara utuh apa variabel yang dibutuhkan rakyat mengenai sosok calon pemimpinnya,” kata Eriko sebagaimana dikutip dari koran sindo (28/9). Di PDIP ada mekanisme baku di mana sang calon juga mengikuti tes psikologis untuk dinilai dari sisi kejiwaan, pemikiran, sikap, kesetiaan, kapasitas, dan kapabilitas.

Selanjutnya, DPP melakukan wawancara langsung dengan berbagai masukan dari daerah asalnya. Jadi, sebenarnya tidak hanya soal akseptabilitas. Selain popularitas dan elektabilitas, tentu hal yang paling penting adalah kapasitas, kemampuan, dan kapabilitas. “Namun, memang masyarakat kita ada yang senang dengan kepala daerah enak dilihat, itu jadi nilai lebih.

Tetapi yang utama adalah dia ramah, dan banyak berbuat sosial ke masyarakat,” jelasnya. Eriko kemudian mencontohkan bagaimana bupati Tabanan, yang selain menarik, juga kinerjanya sangat baik sehingga banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Tidak hanya dari instansi pemerintahan, tetapi juga kalangan lain seperti LSM dan korporasi.

Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin menilai bahwa para kepala daerah yang berparas cantik tidak semata dari penampilan saja sehingga bisa memesona publik. “Saya pikir mereka tidak semata-mata cantik atau menarik. Mereka juga punya brain, brave, beauty. Di luar behavior ya, pemilih juga semakin cerdas dan kritis,” katanya.

Menurut Nurul, kosmetik/ wajah adalah packaging. “Pada dasarnya, kita suka hal-hal yang menarik. Jadi, tidak salah jika pemilih melihat packaging-nya dulu, baru setelah itu yang lain-lain,” ujarnya.

Pengamat politik dari Indo Barometer M Qodari mengatakan, sebenarnya penampilan menarik atau sosok cantik hanya bisa menjadi nilai lebih ketika syarat utamanya sebagai calon atau kepala daerah terpenuhi, yakni kapasitas, kualitas, dan integritasnya. Pada akhirnya, tetap yang menentukan adalah sejauh mana sosok itu merakyat atau tidak, dianggap bisa bekerja atau tidak, serta dianggap berintegritas atau tidak.

“Syarat utama itu kemudian dipadukan dengan popularitas dan elektabilitas. Jadi, soal menarik itu hanya pintu masuk saja. Artinya kalau sosoknya cantik atau tampan, lebih mudah disosialisasikan. Tetapi jika dianggap tidak kapabel dan tidak berkualitas, tetap saja publik tidak akan memilihnya,” katanya.

Qodari kemudian mencontohkan bagaimana sosok Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang bisa dikatakan memesona karena selain penampilannya yang cantik dan menarik, juga karena dalam kepemimpinannya yang merakyat dan ramah.

Bahkan karena sosoknya itu, rakyat di Tangerang Selatan tidak begitu terpengaruh dengan adanya kasus hukum yang menjerat keluarga Airin. “Publik akan terpesona karena dah cantik, merakyat, pintar, dan kompeten lagi,” ujarnya. (RS/DA/KS)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow