Cak Imin : Pelaku Teror Tak Boleh Tumbuh Subur di Nusantara

SHARE:

Cak Imin : Pelaku Teror Tak Boleh Tumbuh Subur di Nusantara
Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Aktivis Gender: Kesetiaan Faktor Perempuan Gampang Terpapar Paham Radikal
7 Alasan Mengapa Perppu Ormas Patut Kita Dukung


JAKARTA, SUARADEWAN.com – 
Teror bom yang terjadi pada Rabu, 24 Mei 2017 pukul 21.00 di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, setidaknya menelan korban sebanyak 15 orang. Lima diantaranya tewas di tempat, yang terdiri 2 dari Polisi, 1 warga sipil dan 2 diduga adalah pelaku teror.

Mengecam aksi tersebut, ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan keprihatinannya yang mendalam. Menurut keponakan Gusdur ini, pelaku teror atau komplotannya yang masih berkeliaran diluar terus berupaya agar negara ini tidak aman.

“Mengutuk keras perbuatan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Mereka terus merongrong kita, membuat negara ini dalam kondisi tidak kondusif,” terang Muhaimin, Rabu (24/5).

Cak Imin, sebagaimana nama panggilannya, meminta agar kepolisian segera bertidak cepat dan agresif. Karena, lanjut Imin, dengan membiarkan berlama-lama menghirup udara bebas maka akan semakin kuat mereka menyusun strategi untuk kembali meneror.

“Para pelaku teror tidak boleh lagi dibiarkan tumbuh subur di bumi Nusantara. Mari kita bantu pihak kepolisian untuk mengungkap siapa dan dari kelompok mana pelaku pengeboman berasal,” ungkapnya.

Dia juga berharap, kesatuan dari masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kondusifitas lingkungannya. Siskamling dilakukan dan terus bekerjasama dengan kepolisian. Hal itu menurutnya agar lingkungan warga tidak gampang disusupi orang-orang yang suka meneror.

Lanjut Cak Imin, perlawan terhadap terorisme dan radikalisme sudah mesti disadarkan sejak sekarang, semua elemen masyarakat harus berpangku tangan untuk menogohkan keutuhan bangsa. Bangsa ini harus berani melawan terorisme.  (aw/ko)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow