Bahas Racun Kalajengking, Jokowi Ramai Dikritik Partai Oposisi

SHARE:

Bahas Racun Kalajengking, Jokowi Ramai Dikritik Partai Oposisi
Jokowi di Acara Musrenmbangnas dalam Rangka Rangka Penyusunan RKP 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4)
Disindir SBY-Prabowo, Presiden Jokowi Akhirnya Angkat Bicara terkait Presidential Threshold
Presiden Hadiri ASEAN-Australia Summit
Soal Cuti Kampanye, Jokowi Cuma Mikir Kerja, Kerja dan Kerja

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pidato Presiden Jokowi di forum Musrenbangnas dalam Rangka Penyusunan RKP 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4) kala menyinggung soal harga racun kalajengking ramai dikritik oleh oleh Partai Oposisi.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi bicara soal harga komoditas di dunia yang paling mahal. Jokowi menyebut emas bukanlah komoditas yang paling mahal di dunia. Harga emas ternyata kalah jauh dibanding harga racun kalajengking. Joko Widodo juga menyebut, kalau mau kaya, sebaiknya cari racun kalajengking.

“Ada fakta yang menarik, yang saya dapat dari informasi yang saya baca. Komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp 145 miliar per liter. Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” kata Jokowi dalam Musrenmbangnas dalam Rangka Rangka Penyusunan RKP 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4).

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menilai Jokowi sudah tak pantas menjadi Presiden ketika membahas racun kalajengking, menurutnya Pak Jokowi harus menjelaskan dari mana dapat bahan tentang racun kalajengking. Agak mengherankan kalau pernyataan seperti ini disampaikan di hadapan peserta Musrenbangnas yang terhormat.

Baca juga  Syukuri Nikmat Kemerdekaan Indonesia, Presiden: Hargai Kelompok dan Golongan

“Ya tapi kalau orang sudah anjlok elektabilitasnya dan hilang kehormatannya, ya seperti itu. Memang sudah nggak pantas lagi jadi presiden,” kata Ferry kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

PKS juga melayangkan kritik kepada Presiden Joko Widodo terkait pidato tersebut, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut Jokowi sengaja mencari tenar.

“Kemungkinannya memang ingin heboh dan jadi perbincangan yang ini absurd karena menghabiskan energi publik,” kata Mardani kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

Menurutnya, sepenggal pidato Jokowi soal harga racun kalajengking itu terdengar absurd. Mardani mengatakan isi pidato itu tak memiliki relevansi dengan acara yang saat itu tengah dihadiri Jokowi.

Alih-alih menjelaskan soal pembangunan, Jokowi malah merinci harga racun kalajengking yang bernilai USD 10,5 juta atau Rp 145 miliar per liter.

“Mestinya presiden memberi inspirasi bagaimana pemangku kepentingan dapat memahami gambar besar pembangunan dan proses yang harus dijaga bersama,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Baca juga  Resmikan Bandara Kertajati Majalengka, Presiden Jokowi: Terima Kasih Pak SBY

Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono mengatakan pernyataan soal racun kalajengking yang disampaikan dalam acara Musrenbangnas kurang tepat. Sukmo lalu menyindir Jokowi.

“Bahwa itu disampaikan dalam acara sekelas Musrenbangnas, maka menjadi tidak tepat. Bagaimana dalam momen penting sebuah musyawarah nasional membahas soal kalajengking?” ucap Sukmo kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

Menurut Sukmo, sebaiknya Jokowi fokus berbicara tentang infrastruktur dalam forum tersebut. Pernyataan soal racun kalajengking yang bisa bikin kaya andai dicari, menurut dia, merupakan bentuk keputusasaan negara dalam mencari sumber dana.

“Saran saya, Pak Jokowi concern saja soal infrastruktur dan bagaimana mengatasi laju pertumbuhan ekonomi yang lambat ini, daripada kena sengat. Bicara itu seolah sudah putus asa cari sumber dana. Kalau sudah putus, ya lebih baik serahkan pada yang mampu,” ucapnya. (dt)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS