Astaga! Bocah 8 Tahun Sudah Kecanduan Narkoba

SHARE:

Astaga! Bocah 8 Tahun Sudah Kecanduan Narkoba
Ilustrasi
BNN Kantongi Daftar Artis Pengedar Narkoba
Karena Melawan, BNN Tembak Mati Kurir Narkoba di Solo

SAMARINDA, SUARADEWAN.com – Peredaran narkoba sepertinya sudah semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, selain bisa merusak orang dewasa, penyalahgunaan barang haram itu juga bisa merusak anak-anak dibawah umur.

Misalnya seperti di Samarinda, Kalimantan Selatan. Satuan Polisi Pamong Praja kota Samarinda menemukan seorang bocah berusia 8 tahun berinisial AR sedang menggelar pesta sabu bersama 4 orang rekannya, Selasa (30/5).

Kelimanya merupakan anak jalanan yang tinggal di bawah kolong jembatan yang menghubungkan Jalan Agus Salim dan Jalan Gatot Subroto di kota Samarinda.

Kasi Pengamanan dan Operasional Satpol PP Kota Samarinda, M Teguh Setya menuturkan, pihaknya memang sering mendapat laporan masyarakat bahwa di bawah jembatan itu menjadi tempat tinggal anak-anak jalanan. Bahkan, sudah banyak warga yang melihat anak-anak di sana melakukan pesta narkoba.

Namun masalahnya, kata Teguh, meskipun sudah sering didatangi oleh petugas Satpol PP, mereka tetap kembali dan melakukan aktivitas tidak baik itu disana.

“Sudah banyak laporan dan memang sudah sering kami datangi. Tapi mereka tetap kembali,” kata Teguh, Rabu (31/5).

Untuk mengatasi hal itu, Satpol PP rencananya akan berkoordinasi dengan BNN kota Samarinda guna mencari penyelesaian agar peredaran narkoba di kalangan anak-anak ini tidak terjadi lagi.

“Kita akan berkoordinasi dengan BNN. Sudah dua kali kami mendapat anjal yang terbukti mengonsumsi narkoba,” tukas Teguh.

Sementara menurut pengakuan AR, awalnya ia hanya coba-coba saja menggunakan narkoba karena ditawari temannya. Namun setelah itu, ia malah merasa ketagihan dan ingin menggunakannya terus.

Diakui AR, uang untuk membeli narkoba itu ia dapatkan dari hasil mengamen. Uang itu kemudian dia sisihkan sebagian untuk membeli narkoba, dan sebagiannya lagi untuk membeli makanan.

“Ngamen di jalan, kalau dapat 100 ribu rupiah bisa beli sabu. Nanti sisanya bisa buat beli makan. Kalau ngamen bisa dapat banyak, nanti hasilnya beli makan sama-sama,” ujar AR polos. (za/tr)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow