WP-MagOne-728x90

Antisipasi Bonus Demografi, Pemerintah Canangkan KB Songsong Indonesia Emas 2045

SHARE:

Antisipasi Bonus Demografi, Pemerintah Canangkan KB Songsong Indonesia Emas 2045
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro.
Pengangguran Terdidik Masih Banyak, JPPI Nilai Penguatan Pendidikan Vokasi Belum Maksimal
Tahun 2045 Indonesia Tak Lagi Menjadi Negara Muslim Terbesar Di Dunia

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam rangka mengantisipasi melonjaknya bonus demografi di Indonesia, pemerintaha berusah mencanangkan lebih intens program Keluarga Berencana (KB). Langkah ini pun menjadi satu upaya pemerintah menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya di seminar yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), bekerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA) dan Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan.

“Indonesia masih perlu menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk di masa mendatang. Ini dilakukan mengingat tren penurunan pendudukan dan aging population di masa mendatang sehingga mempengaruhi keseimbangan fiskal negara,” terang Bambang di Jakarta, Senin (31/7/2017).

“Karena itu, pemerintah mengharapkan program Keluarga Berencana (KB) dalam mewujudkan Indonesia Emas 20145 dapat tercapai,” sambungnya.

Diketahui, kondisi kependudukan antar-provinsi di Indonesia ini memang sangat bervariasi. Pada angka kelahiran misalnya, total per wani usia subur (15-49 tahun) berada di sebagian provinsi, meliputi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Sumatera Utara.

“Ini menyentuh angka yang cukup tinggi, yakni di atas 2,5 sehingga program KB sangat diharapkan,” tandasnya kembali.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BKKB Surya Chandra Surapaty. Sebab tingginya angka tersebut, sehingga ini penting untuk terus diupayakan dan dijaga oleh pemerintah.

“Ini yang terus diupayakan pemerintah,” ujarnya.

Meski demikian, di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) terbilang cukup rendah. Jika angka ini terus menurun, tambah Surya, maka akan terjadi penurunan jumlah penduduk di masa aging population, yakni di periode 2055 – 2056.

“Terkait dengan menurunnya TFR tersebut, perlu ada pendekatan yang baru dalam menyadarkan masyarakat tentang pentingnya jumlah dan kualitas anak yang tepat,” terangg Surya.

Adapun soal bonus demograsi, Surya menegaskan bahwa kondisi ini akan bermanfaat jika sumber daya manusianya berkualitas. Tetapi jika tidak, maka ini akan jadi beban bagi pembangunan di masa depan.

“Karena itu, dalam rangka memberikan arah kebijakan ke depan, pemerintah perlu menyusun desain kebijakan kependudukan yang bersifat population responsive yang merespon kondisi kependudukan saat ini,” pungkasnya.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow