Ansor dan Banser Tidak Takut Ancaman ISIS

SHARE:

Ansor dan Banser Tidak Takut Ancaman ISIS
Banser NU
Sesuai Ketentuan, DPD Partai Berkarya Lakukan Pendaftaran Dan Verifikasi Ke KPUD Tangsel
Cagub Rusmadi Berjanji Akan Menyelesaikan Soal Klaim Tanah TNK
Di Kazakhstan, DPR Gali Informasi Tata Kelola Energi Mineral

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Terduga kelompok ISIS Selasa (4/7) pagi meletakkan botol air mineral yang berisi surat ancaman pada Ansor, Banser, TNI, Polri, Densus dan semua pihak yang cinta pada NKRI yang memegang teguh ideologi negara, Pancasila.

Merespon ancaman tersebut, Ansor dan Banser menegaskan Nahdlatul Ulama menegaskan tidak sedikitpun merasa takut dengan ancaman kelompok terosis ISIS. Hal itu diungkapkan komandan Densus 99 Banser – Ansor, Nurruzaman, Selasa (4/7).

“Ansor dan Banser tidak takut terhadap ancaman tersebut. Tidak ada satu pun yang perlu ditakutkan karena kita berada di jalan yang benar,” kata Nuruzzaman.

Meskipun begitu, Nuruzzaman mengungkapkan pihaknya tetap akan waspada dan melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian. Mereka juga menegaskan dukungan penuhnya pada pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas pada pelaku teror.

Baca juga  Teroris Penyerang Mapolda Sumut Ternyata Simpatisan ISIS, Pernah di Suriah Selama 6 Bulan

Dijelaskan Nuruzzaman, bagi mereka NKRI dan Pancasila sudah final dan tidak perlu diganti dengan konsep lain, termasuk seperti yang diperlihatkan oleh ISIS di wilayah caplokannya dari Irak dan Suriah sejauh ini.

Nuruzzaman menganggap, ancaman terhadap Ansor dan Banser itu merupakan konsekuensi logis dari tekad dan kesetiaan mereka mempertahankan NKRI dari pihak-pihak yang benci dengan perdamaian dan persatuan serta kesatuan.

“Sekali lagi kami sampaikan, Ansor – Banser tidak takut dengan ancaman tersebut. Bagi Ansor ini adalah risiko perjuangan mempertahankan NKRI. Bagi kami, apabila kami mati dalam mempertahankan NKRI, maka kami mati dalam keadaan syahid,” tegasnya.

Baca juga  Tak Mau Disebut Teroris, ISIS Mengancam Para Penegak Hukum di Indonesia

Meskipun begitu, Nuruzzaman memiliki pandangan lain terkait pesan dan ancaman terduga ISIS di Mapolsek Kebayoran Lama tadi pagi. Menurutnya, bisa saja pelaku dari tindakan itu sebenarnya bukan ISIS, melainkan ada kelompok lain yang sengaja mencari momentum untuk memperkeruh suasana.

“Apa yang terjadi ini bukan cara-cara ISIS, kalau ISIS saya menduga Polseknya sudah diserang. Mungkin saja simpatisan ISIS atau juga bisa kelompok lain yang sengaja memperkeruh keadaan setelah akhir-akhir ini terjadi penyerangan kepada aparat kepolisian,” demikian Nurruzaman. (za)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS