Anggota DPRD Tangsel, Nilai Home Schooling Wisdom Minim Pengawasan

SHARE:

Anggota DPRD Tangsel, Nilai Home Schooling Wisdom Minim Pengawasan
Dewi Indah Damayanti, Anggota DPRD Tangsel
Kenaikkan Tunjangan DPRD Tangsel Akan Dibahas Melalui Pansus
DPRD Tangsel: Predikat Kota Layak Anak Tangsel Seharusnya Jadi Acuan Bersama

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tangerang Selatan (DPRD Tangsel) Dewi Indah Damayanti, menyayangkan minimnya pengawasan di lembaga pendidikan Home Shooling Wisdom.

Hal tersebut, disampaikan usai beredar kabar tertangkapnya pelaku persetubuhan anak dibawah umur, yang dilakukan oleh guru privat Deni Fajar Prasetyo (23) terhadap GA (14), di kawasan Perumahan Vila Dago Tol, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Banten pada Minggu (30/4).

Saat dikonfirmasi ditengah-tengah kesibukannya sebagai anggota dewan, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Tangsel, Indah demian sapaan akrabnya, mengaku sangat mirip dengan kejadian persetubuhan yang mulai masuk ke ranah sekolah privat.

“Sangat miris mendengar berita seperti itu, menurut saya hal itu tidak akan terjadi, apabila ada pengawasan yang baik dari pihak home schooling maupun dari keluarga korban. Semisal di tempat home schooling harus menggunakan cctv dan dikeluarga harus ditanamkan pendidikan moral, etika dan pendidikan yang berlandaskan agama,” ungkap Dewi Indah Damayanti, pada Sabtu (13/5).

Sekarang kata Indah, sejumlah anggota DPRD Tangsel sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Kota Layak Anak (KLA), yang didalamnya akan diatur terkait segala kebijakan tentang hak dan kewajiban anak, perlindungan anak, termasuk perihal Satuan Tugas (Satgas) perlindungan perempuan dan anak.

“Di Tangsel sendiri sudah memiliki Satgas perlindungan perempuan dan anak, akan tetapi payung hukumnya belum ada. Saya pribadi pun pernah ikut mengawal satu kasus sampai kepengadilan,” tukasnya.

Indah pun menghimbau, kepada para orang tua dan kerabat turut serta pelakukan pengawasan ekstra terhadap anak-anak dibawah umur, untuk menghindari tindak asusila yang mulai merebak dilingkungan masyarakat. Sebab menurutnya, kejahatan dan kekerasan seksual pada anak tidak hanya terjadi dilingkungan luar tapi juga dilingkungan keluarga sendiri.

“Kita sebagai orang tua, harus lebih memperhatikan perkembangan, dan meningkatkan pengawasan pada anak kita. Selain itu juga, kita tanamkan sejak dini pendidikan agama, moral, etika serta pendidikan sex yang sesuai sehingga mereka dapat menjaga dirinya dari tingkah laku yg tidak baik,” tandasnya (fn).

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow