WP-MagOne-728x90

Ancaman Narkoba Tak Kalah Berbahayanya Dengan Terorisme

SHARE:

Ancaman Narkoba Tak Kalah Berbahayanya Dengan Terorisme
Penyalahgunaan Narkotika, psikoropika, dan zat adiktif kian mengancam masa depan generasi bangsa
Polisi Tangkap Empat Muda-Mudi Yang Bawa Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
Mensos: Kini Balita Jadi Sasaran Peredaran Narkoba

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Penyalahgunaan Narkotika, psikoropika, dan zat adiktif kian mengancam masa depan generasi bangsa. Badan Narkotika Nasional mencatat, dua dari 100 pelajar dan mahasiswa di Indonesia memakai narkoba. Untuk itu, kerja sama antar komponen bangsa harus diperkuat dalam memberantas peredaran narkoba.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan ancaman narkoba bagi masyarakat tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan terorisme.

“Antara terorisme dan narkoba, dua-duanya perlu diwaspadai. Tapi yang sangat disayangkan terorisme yang lebih dibesar-besarkan, padahal narkoba tidak kalah berbahaya karena sudah sampai dimana-mana,” ujar dia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat malam.

Hingga kini, peredaran narkoba terus terjadi. Kamis (13/7), Polda Metro Jaya menggerebek tempat penyimpanan narkoba di Hotel Mandalika, Jalan Raya Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Polisi menyita sabu seberat 1 ton dengan nilai total Rp 1,5 triliun dan menangkap dua tersangka WNA Taiwan, sedang bos komplotan LMH ditembak mati karena berusaha menabrak petugas saat hendak ditangkap.

Terkait dengan penanganan narkoba ini, Panglima TNI juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di wilayah Serang, Banten, pada Kamis.

“Saya apresiasi kepolisian dan BNN, pengungkapan jumlah sabu itu terbesar selama Indonesia berdiri,” kata dia.

Baca juga: Tim Gabungan Satgas Merah Putih Ungkap Penyelundupan Narkoba Warga Taiwan

Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah sabu yang masuk dari Tiongkok masuk ke Indonesia adalah 250 ton sabu. Satu ton sabu itu bisa dikonsumsi untuk lima juta orang. Ini ancaman berat bagi kita. Apalagi, saat ini persebaran obat-obatan terlarang di Tanah Air ini masif, sudah mencapai kawasan perkebunan dan daerah terluar Indonesia.

“Kondisi geografis Indonesia yang terbuka menjadi ruang bagi sindikat international dan nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar narkoba,” Kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso pada peringatan Hari Antinarkotika International, di Jakarta, Kamis lalu (13/7).

Jumlah kasus penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana pencucian uang oleh pelaku narkoba yang diungkap BNN pun meningkat. Pada tahun 2015 ada 102 kasus dengan 202 tersangka dan aset yang disita senilai Rp 85 miliar. Pada 2016 angka itu naik menjadi 807 kasus dengan 1.238 tersangka dengan total aset yang disita Rp 57 miliar. Ada 18 terpidana mati kasus narkoba yang dieksekusi. (AN/KO)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow