Analisis DPR, Bom Kampung Melayu Terkait Terdesaknya ISIS di Filipina

SHARE:

Analisis DPR, Bom Kampung Melayu Terkait Terdesaknya ISIS di Filipina
Anggota Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin
ISIS Ibarat Rongsokan Peradaban Arab yang Dibeli Muslim Indonesia
Ini Dugaan Motif Teror Bom Tiga Gereja di Surabaya Menurut Kapolri
Cerita Santri 11 Tahun Bergabung ISIS

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Aksi teror bom bunuh diri di halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam lalu, diduga kuat ada kaitannya dengan kelompok teror yang terafiliasi ISIS di negara tetangga Fillipina.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin, dalam keterangannya yang diterima wartawan, Jumat (25/5)

Menurut Tubagus, kebijakan Presiden Fillipina Rodrigo Duterte yang memberlakukan darurat militer di Mindanao, telah mempersempit ruang gerak kelompok teror terafiliasi ISIS tersebut di Fillipina. Sehingga, untuk mempertahankan eksistensinya, kelompok teror itu bisa jadi juga bergerak ke Indonesia.

Baca juga  Tak Mau Disebut Teroris, ISIS Mengancam Para Penegak Hukum di Indonesia

“Pemberlakuan darurat militer di Pulau Mindanao oleh Presiden Duterte harus dicermati pemerintah Indonesia. Karena, kebijakan itu membuat ruang gerak pasukan ISIS semakin terbatas. Khawatirnya, mereka akan masuk ke Indonesia, mengingat Filipina berbatasan langsung dengan Indonesia,” kata Tubagus.

Selain itu, indikasi kuat yang membuktikan hubungan teroris ISIS di Fillipina dengan kelompok  teror sejenis di Indonesia adalah, ketika diketahui ada tiga WNI terafiliasi ISIS yang tewas dalam bentrokan senjata melawan pihak keamanan Fillipina pada April lalu.

Baca juga  Wiranto Sebut Ada Kemiripan Bom Kampung Melayu dengan Ledakan di Konser Ariana Grande Manchester

“Indikasi adanya korelasi kelompok ISIS di Filipina dengan kelompok militan di Indonesia bisa dilihat dari adanya tiga WNI terafiliasi ISIS yang tewas dalam bentrokan bersenjata melawan militer Filipina di Pulau Mindanao pada April 2017 silam,” jelas Tubagus.

Karena itu, untuk mengantisipasi agar kelompok teror ini tidak leluasa bergerak di Indonesia, Tubagus menyarankan pihak imigrasi lebih teliti lagi dalam mengawasi WNA yang masuk ke Indonesia maupun WNI yang pulang dari luar negeri. (za/si)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS