Amien Rais Siap Nyapres Lagi, Yusril Kultwit Tentang Pemimpin dan Singgung Amien Rais

SHARE:

Amien Rais Siap Nyapres Lagi, Yusril Kultwit Tentang Pemimpin dan Singgung Amien Rais
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra
Banyak Alasan Untuk Mengatakan Prabowo Akan Kalah di Pilpres 2019
Resmi Daftarkan Uji Materi Perppu Ormas, HTI: Semuanya Bertentangan UUD 1945
Tiga Skenario Pilpres 2019: Head to Head, Poros Ketiga, dan Calon Tunggal

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyatakan siap maju menjadi calon presiden 2019. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, pun kultwit soal pemimpin dan menyinggung nama Amien Rais.

Yusril kultwit lewat akun Twitter-nya, @Yusrilihza_Mhd, seperti dilihat suaradewan.com, Senin (11/6/2018). Berikut apa yang disampaikannya.

1. Dalam pepatah Jawa ucapan pemimpin itu adalah “sabdo pandito ratu” artinya ucapan seseorang yang kedudukannya sangat tinggi, bagai seorang pandito (guru maha bijaksana) dan seorang ratu (raja).

2. Karena itu ucapan pemimpin itu haruslah ucapan yang serius dan terpercaya. Ucapan yang sudah dipikirkan dengan matang segala akibat dan implikasinya. Ucapan pemimpin itu akan menjadi pegangan bagi rakyat dan pendukungnya.

3. Karena itu pula, ucapan pemimpin itu harus lahir dari hari yang tulus, bukan kata bersayap, yang seolah diucapkan dengan kejujuran, tetapi dibelakangnya mempunyai agenda pribadi yang tersembunyi

4. Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka ucapannya tidak boleh “mencla mencle, pagi ngomong dele, sore ngomong tempe” artinya ucapannya berubah-ubah, inkonsisten, sehingga membingungkan rakyat dan pendukungnya.

Baca juga  KPU Sebut Semua Capres Akan Dikawal Paspampres

5. Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka pemimpin itu tidak boleh “plintat plintut” alias “munafiqun”, dalam makna, lain yang diucapkan, lain pula yang dikerjakan. Pemimpin seperti ini akan kehilangan kredibilitas di mata rakyat dan pendukungnya.

6. Berpedoman kepada pepatah Jawa “sabdo pandito ratu” itu, maka sejak awal saya tidak berminat ataupun tertarik dengan inisiatif Pak Amien Rais yang melakukan lobby sana-sini, untuk untuk memilih siapa yang akan maju dalam Pilpres 2019 hadapi petahana

7. Pengalaman, adalah guru yang paling bijak. Tahun 1999 dalam pertemuan di rumah Dr Fuad Bawazier, Pak Amien meyakinkan kami semua untuk mencalonkan Gus Dur. Saya dan MS Kaban menolak. Kami tidak ingin mempermainkan orang utk suatu agenda tersembunyi.

8. Tahun 2018 inipun saya tidak ingin ikut2an dengan manuver Pak Amien Rais, bukan karena saya apriori, tetapi saya belajar dari pengalaman. Saya kini Ketum Partai. Saya ibarat nakhoda, yang harus membawa penumpang ke arah yang benar, dengan cara2 yang benar pula.

Baca juga  Novanto Sebut Demokrat Bisa Memperkuat Koalisi Pendukung Jokowi

9. Akhirnya, pengalaman tetaplah menjadi guru yang bijak bagi saya, dan mudah2an bagi orang lain juga… Sekian. (sd)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS