Amien Rais Dikotomikan Partai Allah dan Partai Setan, Parpol Pro Jokowi Tersinggung

SHARE:

Amien Rais Dikotomikan Partai Allah dan Partai Setan, Parpol Pro Jokowi Tersinggung
Unggah Meme Lecehkan Habib Rizieq dan Amien Rais, Anggota DPRD Ini Babak Belur Dihajar Massa
Apa Yang Dikatakan Amien Rais tentang Penguasaan Tanah Adalah Fakta
Pengamat: Kritik Amien Rais Soal Lahan Terkait Rasa Keadilan dan Kegundahan Masyarakat

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pernyataan Ketua Dewan kehormatan PAN dan juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais yang menyebut tentang Partai Allah dan Partai Setan menjadi kontroversial. Pernyataan Amien usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jumat (13/4) pagi, dianggap sebagai pendikotomian partai politik.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” ujar Amien.

Amien Rais menyebut orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Menurutnya partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya… Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan.

Baca juga  Seharusnya Pimpinan KPK Tidak Temui Amien Rais

Baca juga: Amien Rais, Sang Politikus yang tak Mengenal Rasa Takut

Saat dikonfirmasi usai memberikan tausiyah, Amien enggan membeberkan partai apa saja yang masuk kategori hizbus syaithan.

“Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang,” kata dia.

Sontak tausiah Amien Rais ini menjadi kontroversial karena dianggap sebai-agai pendikotomian partai politik di Indonesia. Partai-partai pendukung Jokowi pun kemudian merespon pernyataan Amien Rais tersebut.

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, meminta Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amien Rais, tidak memancing polemik di tengah masyarakat. Romy menjelaskan bahwa Amien tidak berhak untuk menyebut partai dengan sebutan tersebut.

Baca juga  Kompaknya Rizieq dan Amien Rais saat Bertemu di Mekkah

“Sebagai pemimpin harusnya makin bijak, memancing polemik dan provokasi agitasi massa pemilih di tingkat bawah. Kalau yang seperti ini mereka marah dan tidak mampu mengendalikan yang repot yang menyampaikan, yang tahu Partai Allah itu hanya Allah, bukan Amien Rais. Sama-sama ada Anya tapi Allah bukan Amien Rais,” ujar Romy di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4/2018).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang juga politisi PDI Perjuangan juga berkomentar menrutnya normal jika dalam kontestasi politik ada parpol yang mendukung pemerintah dan parpol oposisi pemerintah.

“Munculnya terminologi parpol Allah dan partai setan, atau parpol besar dan parpol kecil sah dalam demokrasi. Namun demikian dalam setiap kontestasi, tentu ada parpol menang dan parpol yang kalah,” ujar Tjahjo dalam sebuah keterangan tertulis, Sabtu (14/4).

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS