Alumni 212 Demo Komnas HAM Dukung Rizieq Shihab dan Al-Khathath

SHARE:

Alumni 212 Demo Komnas HAM Dukung Rizieq Shihab dan Al-Khathath
Massa aksi alumni 212 di depan kantor Komnas HAM, Jumat (19/5).
Alumni 212 Bentuk Formatur Partai Syariah
Larang Atribut HTI di Aksi 287, Polisi Siapkan 9.000 Personel Lebih

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sejumlah ormas keagamaan bersama ratusan alumni aksi 212 menyambangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jl. Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/5).

Mereka mendesak Komnas HAM untuk mengusut dugaan kriminalisasi pemerintah terhadap tokoh mereka seperti Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khathath.

Massa awalnya berkumpul di Masjid Sunda Kelapa di Menteng, Jakarta Pusat untuk menggelar sholat Jumat. Usai Jumatan mereka membentangkan spanduk putih panjang untuk diisi dengan tandatangan masyarakat yang mendukung Rizieq dan Al-Khathath, untuk kemudian dilampirkan dengan petisi yang akan diserahkan ke Komnas HAM.

Massa aksi alumni 212 sedang berorasi.

“Kami membuat petisi dan kumpulkan lima ribu tanda tangan. Untuk kami berikan ke Komnas HAM, kami meminta keadilan agar tidak ada lagi kriminalisasi terhadap para ulama,” kata Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Sambo di lokasi.

Usai mengumpulkan tandatangan, massa aksi lalu bergerak long march menuju kantor Komnas HAM sekitar pulul 13.00 WIB. Ketika sampai di Komnas HAM sekitar pukul 13.30 WIB sejumlah massa aksi kemudian menggalang tanda tangan petisi di atas kertas.

Spanduk tandantangan pendukung Rizieq Shihab dan Muhammad Al-Khathath.

Dalam aksi tersebut tampak hadir pula tokoh DPP organisasi pengusung khilafah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang datang mencari panggung untuk mengklarifikasi rencana pembubaran organisasinya oleh Pemerintah RI.

Dengan pernyataan yang cenderung provokatif ia menyampaikan, jika alasan pemerintah membubarkan organisasinya karena mereka mengusung Khilafah, berarti pemerintah sebenarnya bukan memusuhi HTI, melainkan memusuhi Islam itu sendiri.

Tokoh HTI memberikan pernyataan di lokasi demo alumni aksi 212.

“Kenapa? Karena Khilafah adalah bagian dari Islam,” klaim tokoh HTI tersebut.

Dengan demikian ia meminta pemerintah RI untuk menghentikan proses pembubaran organisasinya tersebut dan tidak membawanya ke pengadilan apalagi penjara. Jika pemerintah tetap melanjutkan proses pembubaran tersebut, menurutnya, berarti pemerintah represif terhadap Islam.

“Maka kita sebut represif anti Islam,” tutupnya. (za)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow