WP-MagOne-728x90

Aliansi Bela Garuda Gelar Labuhan Bangsa Komitmen Kesetiaan Pada NKRI

SHARE:

Aliansi Bela Garuda Gelar Labuhan Bangsa Komitmen Kesetiaan Pada NKRI
Aliansi Bela Garuda (ABG) mengginisisasi kegiatan Labuhan Kebangsaan sebagai bentuk peneguhan komitmen untuk setia pada Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945 di Pantai Parang Kusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (30/7).
Berantas Ormas Radikal Anti-Pancasila, Aliansi Bela Garuda Sebar Spanduk Pembubaran HTI
Sarasehan Aliansi Bela Garuda Demi Keutuhan NKRI

YOGYAKARTA, SUARADEWAN.com – Aliansi Bela Garuda (ABG) mengginisisasi kegiatan Labuhan Kebangsaan sebagai bentuk peneguhan komitmen untuk setia pada Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945 di Pantai Parang Kusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (30/7).

Dalam keterangan pers yang diterima SuaraDewan.com, ketua panitia Labuhan Kebangsaan Yoyock Suryo menjelaskan, bahwa kata “Labuhan” berasal dari bahasa Jawa, yaitu Labuh. Labuh memiliki arti sama dengan Larungan, yaitu membuang sesuatu ke dalam air yang mengalir ke laut, seperti laut pantai Parangkusumo. Jadi upacara labuhan adalah tradisi yang harus dilaksanakan untuk menjaga kelestarian alam.

“Dalam rangka permohonan keselamatan Nusa dan Bangsa, ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para leluhur yang selama ini telah menjaga agar tidak ada malapetaka, baik generasi sekarang maupun mendatang, maka Aliansi Bela Garuda (ABG) Yogyakarta menggelar upacara adat ritual berupa Gelar Budaya Labuhan Kebangsaan,” kata Yoyock.

Ia menjelaskan, gelaran labuhan merupakan acara ritual religi dan aksi guna ikut melestarikan upacara tradisi warisan leluhur rakyat Yogyakarta.  Selain itu, kegiatan ini juga bisa bermanfaat sebagai wisata religi dan seni budaya untuk mendukung potensi alam Parangkusumo.

Rangkaian Acara Labuhan Kebangsaan ABG, Minggu (30/7).

“Gelar Budaya Labuhan Kebangsaan oleh ABG ini bertajuk “Pisungsun Labuh Labet Kawula Prasetya Bangsa” yang berarti persembahan untuk meneguhkan Darma Bhakti dan Kesetiaan Kawula (Rakyat Yogyakarta) kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tukasnya.

Gelaran labuhan kebangsaan ini didukung oleh berbagai komunitas dan elemen yang tergabung dalam ABG, yakni Bamper (Banteng Manunggal Perjuangan), Merapi (Merawat Pancasila untuk Indononesia), Gassak (Gerakan Sigap Sosial dan Kemanusiaan), Joxzin Pro ABG, GP. Ansor Jogja, dan Gamis Abunawas (Gerakan Alumni & Mahasiswa ISI Yogya untuk Aksi Budaya Nusantara Waspada).

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Bregodo Pasembaja, Gerak Gelombang Merah Putih 70 meter, Atraksi Naga Liang Liong dan performance art Warto SongoDjie & Anter Dance.

Sementara prosesi acara ritual labuhan dimulai pada pukul 16.30 WIB di area pesanggrahan Cepuri Parangkusumo menuju tepi pantai Parangkusumo dengan melarung bermacam Uborampe dan simbol2 (kain berteks tulis) Ormas Anti Pancasila, Radikal, dan Intoleran.

Kegiatan doa keselamatan untuk NKRI ini mengambil materi ritual Kurban Pisungsun Sego Liwet, dan dipandu oleh spiritualis dan pegiat sosial masyarakat Ki Hari Cahya. (za/pr)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow