Akun Facebook Pendukung ISIS Tengah Diselidiki Polisi

SHARE:

Akun Facebook Pendukung ISIS Tengah Diselidiki Polisi
ISIS
Waspada Penyebaran Terorisme! 91 Orang sudah Masuk DPO Terkait ISIS
Otoritas Spanyol Tangkap 6 Teroris Jaringan ISIS

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kepolisian Polda Jawa Tengah sedang menyelidiki Akun Facebook milik Aji Kunia Ramdon, warga Solo, Jawa Tengah. Akun ini diduga terlibat dengan kelompok teroris Internasional, ISIS.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan pihak kepolisian telah menyelidiki sosok di balik akun Facebook tersebut.

“Hingga saat ini masih diselidiki oleh kita, belum bisa beri keterangan detail karena proses belum selesai,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova, Selasa (30/5/17).

Dari penulusaran yang dilakukan SuaraDewan.com, pemilik akun kerap memposting status dan poto yang mengindikasikan keberpihakannya tehadap sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal tersebut.

Pada bagian biodatanya tertulis bahwa ia adalah alumni Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), jurusan Pendidikan Olahraga Kesehatan (JPOK).

“Itu (identitas) yang beredar, kepastiannya masih diselediki lebih lanjut dengan berbekal laporan warga dan juga tim kita ada yang menyelidiki via media sosial,” terang Djarot.

 Dalam postingannya, Aji Kurnia menuliskan sejumlah status terkait serangan ISIS di Mosul, Irak, hingga pertempuran antara ISIS dan tentara Filipina di Marawi.

“ALLOHU AKBAR!! JUNUD KHILAFAH WILAYAH FILIPINA TELAH MENGUASAI KOTA MARAWI YANG BERBATASAN DENGAN SULAWESI UTARA… SEL SEL TIDUR MARAWI TELAH BERGERAK !!tulisnya dalam statusnya.

Selain itu, bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur oleh simpatisan ISIS, juga dikomentari si pemilik akun dengan menyebut tragedi tersebut sebagai bom isytihadiyyah atau bom syahid.

Selain status-status yang berkaitan dengan penyerangan ISIS, dalam akun itu tertulis juga status yang tak kalah kontroversial terkait kecelakaan dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) oleh TNI di Natuna, Kepulauan Riau.

“Alhamdulillah telah mati 4 anto TNI dalam latihan militer di kepulawan Natuna, semoga dengan matinya 4 anto TNI ini bisa melegahkan hati saudara-saudara kami yang dibunuh di Poso dua hari yang lalu dan hati orang-orang mukmin,” tulisnya. (dd)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow