1000 Tokoh Bugis-Makassar Deklarasikan Dukungan ke Sandiaga Uno

SHARE:

1000 Tokoh Bugis-Makassar Deklarasikan Dukungan ke Sandiaga Uno
Berani Kontrak Politik, Prabowo Dapat Dukungan Massa Buruh
PKS: Prabowo Tak Asal Bicara soal Elite Pendukungnya Diancam
Pengamat: Kiai Ma’ruf Akan Menjawab Isu SARA Yang Kerap Menerpa Jokowi
Himbauan Habib Ali untuk Umat Islam Jelang Pilpres 2019
LSI Denny JA: Ma’ruf Amin Gerus Tren Suara Jokowi, Sandiaga Dongkrak Prabowo

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sekitar 1000 orang Bugis-Makassar Rantau hadir dalam deklarasi dukungan kepada Cawapres Sandiaga Uno. Tak lupa, sejumlah tokoh saudagar, elit parpol dan tokoh-tokoh Bugis-Makassar hadir dalam Deklarasi Bugis Makassar Rantau itu.

Tokoh muda Erwin Aksa yang merupakan Saudagar Bosowa Group serta merupakan elit di partai Golkar juga hadir dalam deklarasi tersebut menyebutkan bahwa Prabowo-Sandiaga mewakili dirinya sebagai Bugis-Makassar.

“Kita warga Bugis Makassar, keluarga perantau, kita tidak punya keterwakilan di pilpres ini, yang ada Bang Sandi, dia ada garis turunan dari Makassar-Bugis. Beliau seorang pedagang, seorang yang punya mental saudagar,” ucap Erwin Aksa dalam sambutannya di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Baca juga  Soal Cuti Kampanye, Jokowi Cuma Mikir Kerja, Kerja dan Kerja

Erwin Aksa sendiri merupakan keponakan dari Jusuf Kalla. Seperti diketahui, JK merupakan Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Apa yang kita deklarasikan, Pak JK sebagai negarawan setuju saja, ketawa-ketawa saja. Saya sampaikan, saya tidak minta izin. Saya sampaikan, karena kami di keluarga, karena seorang Bugis-Makassar, kita punya jiwa setia kawan. Itu juga yang sering PK JK sampaikan kepada kita semua,” pungkas Erwin.

Dalam kesempatan itu, Cawapres Sandiaga Uno datang dengan menggunakan peci khas Bugis atau Songkok. Dia mendapat sarung khas Bugis sebagai simbolis pemberian deklarasi. Sandiaga mengaku tidak bisa berlama-lama sambutan, apalagi orasi politik. Dia mengikuti imbauan KPU agar tidak melakukan orasi politik.

Baca juga  Survey Alvara: 40 Persen Pemilih Jokowi-Ma'ruf Tidak Solid dan Bisa Pindah

“Hari ini, hari libur Isra Mikraj, tidak boleh orasi politik. Tapi bicara bagaimana persahabatan boleh tidak? Ekonomi lebih baik boleh tidak?” kata Sandiaga.

Sandiaga bercerita saat kampanye di Makassar dan Palopo. Dia melihat masih ada masalah di Sulawesi Selatan.

“Dengan Prabowo-Sandi, insyallah Sulsel jadi lokomotif pertumbuhan Indonesia. Saya catat ada beberapa orang tidak merasa keadilan di Sulawesi Selatan. Petani mengeluh karena adanya kebijakan impor,” pungkasnya.
(aik/idh)

sumber: detik.com

COMMENTS