WP-MagOne-728x90

100 Hari Novel Baswedan Diserang, Keterlibatan Langsung Presiden Sangat Diharapkan

SHARE:

100 Hari Novel Baswedan Diserang, Keterlibatan Langsung Presiden Sangat Diharapkan
Novel Baswedan Akhirnya Mengungkap Dalang di Balik Kasus Penganiayaannya
Novel Baswedan Sebut Oknum Polisi Dalang Kasusnya, IPW: Bentuk Tim Khusus Biar Jelas

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Masih ingat kejadian 100 hari yang lalu? Demikian akun Twitter @sahabatICW memulai kultwitnya terkait aksi penyerangan yang dialami oleh penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Hari ini, Kamis (20/7/2017), tepat sudah 100 hari aksi penyerangan tersebut. Di hari itu (11/4/2017), Novel disiram air keras oleh dua orang yang tidak dikenal. Kejadian ini berlangsung setelah Novel baru saja menyelesaikan salat Subuh di masjid sekitaran rumahnya.

Sehari setelahnya, yakni 12 April 2017, Novel dilarikan ke Singapura untuk mendapatkan perawatan instensif. Dan sampai hari ini, Novel masih dalam proses perawatan.

Diberitakan, perkembangan penyidik senior KPK terakhir ini, mata kanannya sudah bisa membaca sederet angka.

Untuk lapisan kornea, mata kanannya menunjukkan perbaikan walaupun bagian kornea yang rusak masih ada. Sementara, mata kiri Novel yang terluka lebih parah, diperkirakan sulit untuk tumbuh kembali.

Seperti diketahui, saat diserang, Novel sedang bertugas sebagai Kasatgas Penyidikan korupsi e-KTP. Kasus yang sudah merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun ini diduga melibatkan banyak aktor politik besar.

Teror ini pun bukan kali pertama diterima Novel. Tercatat setidaknya sudah ada lima kali upaya teror terhadap dirinya.

“Melihat lambannya penyelidikan terhadap kasus ini, ada langkah penting yang harus diambil Presiden. Presiden Jokowi harus terlibat langsung. Usulan pembentukan Tim Gabungan pencari Fakta (TFPF) harus direalisasikan,” tegasnya.

Nantinya, lanjut @sahabatICW, TGPF bisa diisi oleh akademisi, penegak hukum, maupun dari masyarakat sipil. Dan TGPF hars bersifat independen dan langsung di bawah koordinasi Presiden.

“TGPF bisa turut serta dengan kepolisian, namun TGPF bisa menyelidiki motif pelaku, bisa jadi ada motif politik,” lanjutnya.

Selain itu, tambahnya, Presiden Jokowi juga harus memberika deadline kepada penegak hukum yang menangani kasus ini. Sebab, jika kasus ini dibiarkan berlalu, maka bisa dikatakan negara gagal dalam menciptakan keamanan bagi warga negaranya.

“Novel pernah berkata: jika orang yang meneror berpikir bahwa saya akan berhenti bekerja karena serangan ini, ia salah besar!,” kutipnya dan menutup dengan quote lainnya: “Satu orang Novel kau hentikan, tapi masih ada seribu bahkan satu juga Novel-Novel lainnya!” (MS)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow