WP-MagOne-728x90

10 Kepala Daerah Cantik Berprestasi, Pintar dan Memesona

SHARE:

10 Kepala Daerah Cantik Berprestasi, Pintar dan Memesona
Kepala Daerah Berprestasi, Cantik Jadi Nilai Lebih. Mereka pintar sekaligus memesona. (Gambar: Koran Sindo)
Walikota Tangsel Apresiasi Festival Jurnalistik 2017
Calon Kepala Daerah; Kapasitas dan Kapabilitas Utama, Cantik Jadi Nilai Tambah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Rentetan penangkapan kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagai membuka mata, betapa korupsi masih berkawan akrab dengan kekuasaan. Stigma ini tak pernah redup, bahkan menyala makin terang setelah KPK menetapkan 14 orang kepala daerah sepanjang tahun 2016 hingga September 2017 sebagai tersangka kasus korupsi.

Dari 14 nama itu, empat orang di antaranya adalah kepala daerah wanita. Sebut saja Atty Suharty (Walikota Cimahi), Sri Hartini (Bupati Klaten), Siti Masitha (Walikota Tegal) hingga Rita Widyasari (Bupati Kutai Kartanegara).

Bertalian dengan hal itu, suaradewan telah memetakan sejumlah nama kepala daerah wanita yang masih dapat dijadikan harapan untuk memimpin daerah-daerah di Indonesia lantaran sejumlah prestasi yang dimiliki.

Berikut daftarnya:

1. Airin Rachmi Diany (Walikota Tangerang Selatan, Banten)

Airin Rachmi Diany (Walikota Tangerang Selatan, Banten)

Lahir di Banjar, Jawa Barat, 28 Agustus 1976, ia pertama kali menjabat walikota periode 2011-2016 di usia 34 tahun. Mantan Mojang Bandung ini adalah adik ipar mantan Gubernur Banten, Ratu Atut. Ia tercatat sebagai Walikota Tangerang Selatan yang pertama, karena daerah ini merupakan pemekaran dari Kota Tangerang di Provinsi Banten.

Sebelumnya, Airin pernah mencalonkan diri sebagai wakil bupati Tangerang tapi gagal. Sebelum terjun ke dunia politik, Puteri Pariwisata & Putri Favorit pada pemilihan Puteri Indonesia tahun 1996 ini berprofesi sebagai notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Tangerang (PPAT) di Kabupaten Tangerang.

Nama Airin mulai ramai diperbincangkan setelah tertangkapnya Tubagus Chaeri Wardhana, pengusaha sekaligus suami Airin oleh KPK lantaran keterlibatannya dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan.

Paras Airin yang cantik begitu menyita perhatian publik ketika itu. Sebagai seorang istri, Airin yang menjabat wali kota tetap setia mengunjungi Wawan sapaan akrab Tubagus selama proses penyidikan di KPK.

Selain itu, sebagai pejabat yang berada di tengah pusaran korupsi dinasti Ratu Atut Chosiyah yang ketika itu juga terlibat dalam kasus itu bersama Wawan, Airin disebut-sebut turut terlibat dalam persekongkolan jahat itu, meski hingga kini keterlibatan Airin belum juga terbukti.

Di luar semua kehidupan pribadinya, Airin memiliki berbagai prestasi yang cukup mengangkat pamornya sebagai seorang kepala daerah perempuan.

  • Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2016-2020
  • Penghargaan Best Achiever in Government dalam ajang Obsession Awards 2017
  • Penghargaan Kota Layak Anak tingkat Pratama (Tangsel) 2013 dan 2015
  • Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Utama 2016
  • Pembicara dalam Event Commission on Status Of Women (CSW) ke-61 di kota New York, Amerika Serikat, Maret 2017
  • Penghargaan Satya Lencana Koperasi pada Juli 2016
  • Penghargaan Paramesti dari Kementerian Kesehatan atas kebijakan penerbitan Perda pengendalian konsumsi hasil tembakau, 2017
  • Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) di bidang inovasi aplikasi siaran Tangerang Selatan dari Koran Sindo, 2017
  • Kartini Indonesia 2010 (Kartini Award). Penghargaan diberikan oleh Internasional Human Recources Development Programme (IHRDP) bekerja sama dengan Kharisma Indonesia Foundation (KLiF)
  • Tokoh Generasi Plural, Aktivis Sosial dan Kemanusiaan. Penghargaan diberikan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)
  • Puteri Indonesia Favorit/ Puteri Indonesia Pariwisata 1996

Baca juga: Di Tanah Daeng, Walikota Tangsel Tegas Katakan Smart City Sebuah Keharusan

2. Ni Putu Eka Wiryastuti (Bupati Tabanan, Bali)

Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Tabanan

Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai bupati perempuan pertama di Bali. Dia menjabat sebagai bupati Tabanan. Wanita kelahiran 21 Desember 1975 tersebut mempunyai konsep Bakti dan Ngayah kepada Tabanan, untuk memajukan Tabanan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Eka mempunyai visi Tabanan Serasi, yaitu Tabanan Sejahtera Aman Berprestasi. Sebagai bupati, Eka sudah menyusun program di berbagai bidang. Salah satu program yang tengah gencar dilakukan yakni bedah rumah, bantuan kepada koperasi dengan dana bergulir. Selain itu program lain dalam kepemimpinannya yakni memberantas pengangguran dan menanggulangi kemiskinan yang ada.

Di bidang pendidikan pihaknya getol meningkatkan layanan mutu pendidikan salah satunya dengan memberikan sekolah gratis untuk badan penyuluh. Begitu juga di bidang kesehatan dengan gebyar pemeriksaan kesehatan dalam upaya memberantas kanker rahim yang diyakini penyakit kaum hawa yang mematikan. Di bidang pertanian dia mencoba meringankan pajak dan subsidi akan pupuk ataupun bibit kepada petani.

Berikut beberapa penghargaan dan prestasi yang pernah diraihnya:

  • Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2017 kategori Ekonomi dan Investasi dari Koran Seputar Indonesia (SINDO)
  • Anugerah INewsMaker Award 2016
  • Anugerah Pangripta Nusantara dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) 2017
  • Penghargaan Harmony Award yang diberikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia
  • Penghargaan Adipura tiga kali berturut-turut
  • Penghargaan PUPR 2016

Baca juga: Terlalu Sibuk, Bupati Cantik Ini Menjanda Untuk Ketiga Kalinya

3. Karolin Margret Natasa (Bupati Landak, Kalimantan Barat)

Karolin Margret Natasa (Bupati Landak, Kalimantan Barat)

Karolin mengawali kariernya di politik sebagai anggota DPR RI dari PDI-Perjuangan, dia yang juga seorang anak dari Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013, Bapak Drs. Cornelis, MH dan Ibu Frederika,S.Pd seorang Guru SDN 2 Ngabang. Dia lahir di Mempawah pada tanggal 12 Maret 1982.

Dia adalah seorang dokter lulusan Universitas Atmajaya Jakarta. Dalam langkahnya ke Senayan pada 2009, sosok yang akrab disapa Karol ini meraih posisi ketiga anggota DPR RI yang memperoleh suara terbanyak se-Indonesia setelah Edhi Baskoro dan Puan Maharani.

Namanya sempat mencuat pada April 2012 lalu terkait masalah video porno yang tersebar yang diduga adegannya dilakukan olehnya, Karoline membantah yang berada di video tersebut adalah dirinya. Karolin yakin, ada unsur politis di balik beredarnya video porno tersebut diduga terkait situasi politik di Kalimantan Barat yang saat itu akan menggelar pilkada. Karolin menduga, ada pihak-pihak yang ingin melakukan pembunuhan karakter terhadap calon incumbent yang tak lain adalah ayahanya sendiri.

Sebagai bupati, prestasinya terbilang mengagumkan. Meski baru menjabat pada 2017, oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia ditetapkan sebagai Bupati terbaik se-Kalimantan 2017. Bupati Landak ke-3 itu mampu mengungguli 46 bupati se-Pulau Kalimantan.

Baca juga: Calon Kepala Daerah; Kapasitas dan Kapabilitas Utama, Cantik Jadi Nilai Tambah

4. Christiany Eugenia Paruntu (Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara)

Cristiany Eugenia Paruntu (Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara)

Christiany Eugenia Paruntu adalah anak dari mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Jopie Tarutu dan seorang politikus terkenal, Jenny Y. Tumbuan. Tetty, sapaan akrab wanita ini, lahir pada tanggal 25 September 1967 di Manado.

Menjabat pertama kali sebagai bupati pada usia 42 tahun untuk periode 2010-2015. Ia adalah lulusan Harry Carlton Comprehensive School, Suthon Bomington, Nottingham, Inggris. Sebelum terjun ke politik ia adalah pengusaha. Selain dikenal fashionable, prestasi Bupati cantik ini juga menonjol. Dia pernah memperoleh penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara Provinsi Sulut tingkat kabupaten tahun 2017.

Bupati yang juga duduk sebagai bendahara umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI) ini juga diganjar penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara Provinsi Sulut tingkat kabupaten tahun 2017.

Anugerah Pangripta Nusantara merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki perencanaan pembangunan terbaik dan dinilai sukses meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Kabupaten Minsel sendiri berhasil menjadi terbaik se-Sulut dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya:

  • (1992) Best Dressed Woman Indonesia
  • (2007) Penghargaan dari Lions Club International
  • (2009) Penghargaan Ibu Pembangunan Desa dari Manado Post
  • Penghargaan Dari Kementrian Kesehatan RI, Sebagai Bupati Terbaik se-Provinsi Sulut tentang Jamkesda, Serta BPJS Tahun 2016
  • Penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara (APN) Sulawesi Utara tahun 2016
  • Penghargaan The Government Award dari Yayasan Penghargaan Indonesia, 2016
  • APDESI Award (2015)
  • Penghargaan dari Presiden Jokowi atas Jasa Kategori Kabupaten Minsel Tingkat Nasional Dalam Melaksankan Program Penanaman 1 Miliyar Pohon
  • Penghargaan dari Menteri Perhubungan atas Pengelolaan Terminal Kategori Kota Kecil
  • Penghargaan Bintang Besar LVRI dari Pengurus LVRI Indonesia Sulawesi Utara
  • Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
  • Indonesia Leadership Achievenebt Award,
  • The Best Achievement For Decation In Development Award 2014

Baca juga: 7 Pemimpin Perempuan Sulut Ini Tak Sekedar Cantik Tapi Juga Hebat

5. Mirna Annisa, Bupati Kendal

Mirna Annisa, Bupati Kendal

Sebagai bupati, prestasinya terbilang mengagumkan. Meski baru menjabat pada 2017, Mirna berhasil Memimpin Pemkab Kendal Meraih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2016 setelah 15 tahun Kendal selalu meraih predikat wajar dengan pengecualian (WDP) dari BPK RI.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow