⁠⁠⁠Jelang Bulan Suci Ramadhan Muspida Tangsel Musnahkan Belasan Ribu Botol Miras

SHARE:

⁠⁠⁠Jelang Bulan Suci Ramadhan Muspida Tangsel Musnahkan Belasan Ribu Botol Miras
Muspida Kota Tangsel, musnahkan 12.800 botol Minuman Keras (Miras) Selasa (23/5)
Rapat Koordinasi Dengan OPD, Teddy: HUT Tangsel Pesta Besar Untuk Rakyat
Pemkot Tangsel Adakan Rapat Muspida Jelang Natal dan Tahun Baru
Walikota Tangsel Monortor Bersama Ribuan Masyarakat Batak

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Jelang pelaksanaan bulan suci ramadhan, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), musnahkan 12.800 botol Minuman Keras (Miras) di Lapangan Cilenggang, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, pada Selasa (23/5).

Pemusnahan belasan ribu botol miras dengan jenis. Diantaranya, Red Label, Jack Danils, Black Label, Intisari dan beragam jenis lainnya.

Saat ditemui SUARADEWAN.com, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, kalau masyarakat bisa hidup sesuai dengan motto Tangsel, yakni Cerdas, Modern, Religius (CMORE). Kemudian tidak melanggar ajaran sesuai keyakinan masing-masing. Maka, besar kemungkinan masyarakat akan terhindar dari persoalan miras.

Pemusnahan Miras di Lapangan Cilenggang, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, pada Selasa (23/5)

“Sebagaimana yang disebutkan oleh Kapolres Tangsel, beberapa waktu lalu. Bahwa, miras sendiri ada dalam kitab suci Al-Qur’an, dan persoalan miras akan terus ada. Maka dari itu, kita tidak boleh berhenti dan menyerah untuk terus melakukan penindakan,” kata Airin Rachmi Diany.

Baca juga  Kementerian PUPR Peringati Hari Air Dunia Bersama Walikota Tangerang Selatan

Dikatakan Airin, untuk menyetop pengedaran miras di Tangsel, tentunya dengan melakukan penertiban sejumlah toko, warung atau tempat hiburan, terkait izin operasionalnya. Kemudian, meminta masyarakat untuk terlibat aktif dalam memberikan informasi kepada pemerintah, jika menemukan penjual miras.

“Kalau ada laporan penemuan dari warga, nanti akan ditindak tegas. Seperti yang kita tahu, Peraturan Daerah (Perda) Miras atas permintaan masyarakat, dari pemerintah dan disahkan bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sementara DPRD ini wakil rakyat, jadi jelas masyarakat Tangsel sebenarnya menolak peredaran miras,” katanya.

Baca juga  Walikota Tangsel Apresiasi Festival Jurnalistik 2017

Ditempat yang sama, Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto menerangkan, sebanyak 12.800 miras hasil dari kegiatan operasi Polres Tangsel diseluruh jajaran polsek yang ada, selama menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan di tahun 2017.

“Terkait peredaran yang ada, kami akan terus melakukan razia. Karena memang itu tugas kita, dan dalam hal ini kita tidak bisa bekerja sendiri, keterlibatan masyarakat memang dibutuhkan,” terangnya. (fn)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS